Saturday, June 27, 2009

Ceremai (Phyllanthus acidus [L.] Skeels)


Tumbuhan ini merupakan suku Euphoorbiaceae. Di beberapa daerah Indonesia, namanya berbeda-beda. Di Aceh disebut ceremoi, cerme (Gayo), ceramai (Melayu), camin-camin (Minangkabau), careme, cerme (Sunda), cerme (Jawa). Di Bali disebut carmen, cermen, careme (Madura), sarume (Bima), dsb.

Uraian Tumbuhan

Pohon ini berasal dari India, dapat tumbuh pada tanah ringan sampai tanah berat dan tahan akan kekurangan sampai kelebihan air. Ceremai banyak ditanam orang dihalaman, diladang dan ditempat lain sampai ketinggian 1.000 m dpl.

Ciri pohon kecil, tinggi sampai 10 m kadang lebih, percabangan banyak, dan kulit kayu tebal. Daun tunggal, bertangkai pendek, tersusun dalam tangkai membentuk rangkaian seperti daun majemuk. Helai daun bundar telur sampai jorong, ujung runcing, pangkal tumpul sampai bundar, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan licin tidak berambut, panjang 2 cm hingga 7 cm, lebar 1,5 cm hingga 4 cm. Warna hijau muda.

Bila tangkai gugur akan meninggalkan bekas yang nyata pada cabang. Perbungaan berupa tandan yang panjang 1,5 cm hingga 12 cm, keluar disepanjang cabang, kelopak bentuk bintang, mahkota merah muda. Terdapat bunga betina dan jantan dalam satu tandan. Buahnya buah batu, bentuknya bulat pipih, berlekuk 6 cm hingga 8 cm, panjang 1,25 cm hingga 1,5 cm, lebar 1,75 cm hingga 2,5 cm, warnanya kuning muda, berbiji 4 hingga 6 , rasanya asam. Biji bulat pipih berwarna coklat muda.

Daun muda bisa dimakan sebagai sayuran. Buah muda busa dimasak bersama sayuran untuk menyedapkan masakan karena memberi rasa asam. Buah masak dapat dimakan langsung setelah diremas dengan air garam untuk mengurangi rasa sepat dan asam, dimakan setelah dibuat manisan atau selai. Perbanyakan dengan biji atau okulasi.

Sifat dan Khasiat

Daun ceremai berbau khas aromatik, tidak berasa, dan berkhasiat sebagai peluruh dahak dan pencahar (purgatif). Kulit akar dan buah berkhasiat sebagai pencahar.

Kandungan Kimia

Daun, kulit batang, dan kayu ceremai mengandung saponin, flavonoida, tanin, dan polifenol. Akar mengandung saponin, asam galus, zat samak, dan zat beracun (toksik). Sedangkan buah mengandung vitamin C.

Bagian yang digunakan
Daun, kulit akar, dan biji

Indikasi

Daun Ceremai berkhasiat untuk mengobati batuk berdahak, menguruskan badan, mual, kanker dan sariawan. Sedangkan kulit berkhasiat mengatasi penyakit asma dan sakit kulit. Biji berkhasiat untuk mengobati sembelit serta mual akibat perut kotor.

Cara Pemakaian

Sembelit
• Siapkan biji ceremai sebanyak ¾ sendok teh, dicuci lalu digiling sampai halus. Seduh dengan ½ cangkir air panas. Sewaktu masih hangat tambahkan 1 sendok makan madu, aduk sampai rata kemudian diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.
• Siapkan daun ceremai segar sebanyak 3 gr, dicuci lalu ditumbuk halus. Seduh dengan ½ gelas air panas lalu didinginkan . Hasil seduhan diminum sekaligus bersama ampasnya.

Asma
Siapkan biji ceremai sebanyak 6 biji, bawang merah 2 butir, akar kara (dolichos lablab) ¼ genggam, buah lengkeng (nephelium longanum) 8 butir, dicuci lalu ditumbuk seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu direbus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 ½ gelas. Setelah dingin disaring, lalu diminum dengan air gula secukupnya, sehari 2 kali, masing-masing ¾ gelas.

Kanker
Siapkan daun ceremai yang masih muda sebanyak ¼ genggam, daun belimbing 1/3 genggam, bidara upas ½ jari, gadung cina ½ jari, gula enau 3 jari, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tadi direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tertinggal kira-kira ¾ bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing cukup ¾ gelas.

Melangsingkan Badan
Minum air rebusan daun ceremai. Obat ini bekerja kuat, jangan menggunakan dalam jangka waktu lama.

Peringatan !!!
Cairan akar beracun. Sebaiknya tidak menggunakan akar ceremai untuk pengobatan.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999

Cakar Ayam (Selaginella doederleinii Hieron)


Tumbuhan paku-pakuan ini tumbuh ditebing, tepi jurang dan tempat-tempat teduh lainnya yang berhawa dingin. tanaman yang mempunyai nama lain Rumput solo dan cemara kipas gunung ini tumbuh tegak dan tinggi 15 - 35 cm, akar keluar pada percabangan, batang ada yang berbaring dan ada yang berdiri tegak, bercabang menggarpu. Daunnya kecil-kecil, panjang 4 - 5 mm lebar 2 mm, bentuknya jorong, ujung meruncing, pangkal rata, warna permukaan atas hijau tua, permukaan bawah hijau muda. duan tersusun di kiri kanan batang induk sampai pada percabangannya sehingga menyerupai cakar ayam dengan sisik-sisiknya.

Sifat dan Khasiat

cakar ayam rasanya manis, hangat, masuk meridian paru, hati dan lambung. Berkhasiat untuk menghilangkan panas dan lembap, melancarkan aliran darah, antitoksik, antineoplasma, penghenti perdarahan (hemostatis) dan menghilangkan bengkak.

Kandungan Kimia

Tumbuhan ini mengandung alkaloid, phytosterol dan saponin.

Bagian yang Digunakan

Selruh tanaman (herba) yang telah dikeringkan dapat digunakan.

Indikasi

Cakar ayam berkhasiat untuk mengatasi: batuk, sakit tenggorokan, infeksi saluran napas (bronkitis), radang paru (pneumonia), radang akut amandel (tonsilitis akut), hepatitis akut dan kronis, radang kandung empedu (kolesistitis), pengerasan hati (sirosis), perut busung (asites), radang konjungtiva mata (konjungtivitis), infeksi saluran akut kencing, diare, disentri, keputihan, tulang patah. Perdarahan seperti mimisan, muntah darah, berak darah serta kaner korioepitelioma, koriokarsinoma, kanker nasofaring, kanker paru dan kanker saluran cerna.

Cara Pemakaian

Herba kering sebanyak 15 - 30 g, untuk kanker 50 - 100 g. Bahan tersebut direbus dalam 5 gelas air dengan api kecil selama 3 - 4. Setelah dingin air rebusannya diminum beberapa kali hingga habis dalam sehari. Untuk pemakaian luar, herba segar dipipis, lalu ditempelkan ke tempat yang sakit. Digunakan untuk pengobatan rematik, koreng, tulang patah dan luka berdarah.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

Pemakaian tumbuhan ini akan menghambat sarkoma180 dan kanker serviks14 pada tikus dan sel L16 yang diisolasi dari kanker hati manusia, merangsang fungsi adrenorkortikal tikus, juga merangsang metabolisme dan fungsi retikuloendotelial.

Contoh Pemakaian

Kanker, Sirosis
Herba cakar ayam kering 60 g, daging sapi tanpa lemak 30 - 60 g atau beberapa buah kurma, direbus dengan 5 gelas air bersih selama 4 jam. Setelah dingin disaring lalu minum beberapa kali hingga habis dalam sehari.

Pneumonia, Tonsilitis Akut, Konjungtivitis
Herba cakar ayam kering 30 g, daging sapi tanpa lemak 30 g, rebus dengan 4 gelas air dengan api kecil selama 3 jam. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore hari.

Tulang Patah
Herba cakar ayam kering sebanyak 15 - 30 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, herba cakar ayam segar setelah dicuci bersih lalu dipipis. Tempelkan ke bagian tubuh yang patah, lalu dibalut. Ganti 3 kali sehari

Rematik
Herba cakar ayam segar dipipis sampai halus. Tempelkan ke bagian yang sakit, lalu dibalut. Ganti 2 - 3 kali sehari.

Catatan
Sudah dibuat larutan infus, tablet dan obat suntuk, dijual dengan nama Decancerlin
Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha / Hadi

Sunday, June 14, 2009

Cabai Rawit (Capsium frutescens L.)


Tanaman budidaya, kadang-kadang ditanam dipekarangan sebagai tanaman sayur atau tumbuh liar di tegalan dan tanah kosong yang terlantar. Tumbuhan ini berasal dari Amerika tropik, menyukai daerah kering dan ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m dpl.

Perdu setahun, percabangan banyak, tinggi 50-100 cm. Batangnya berbuku-buku atau bagian atas bersudut. Daun tunggal, bertangkai, letak berselingan. Helaian daun bulat telur, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 5-9,5 cm, lebar 1,5-5,5 cm, berwarna hijau. Bunga keluar dari ketiak daun, mahkota berbentuk bintang. Bunga tunggal atau 2-3 bunga letaknya berdekatan, berwarna putih, putih kehijauan, kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, tegak, kadang-kadang merunduk, berbentuk bulat telur, lurus atau bengkok, ujung meruncing, panjang 1-3 cm, lebar 2,5-12 mm, bertangkai penjang dan rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, putih kehijauan atau putih buah yang masak berwarna merah terang. Bijinya banyak, bulat pipih, berdiameter 2-2,5 mm, berwarna kuning kotor.

Cabai rawit terdiri dari 3 varietas, yaitu cengek leutik yang buahnya kecil, berwarna hijau dan berdiri tegak pada tangkainya, cengek domba (cengek bodas) yang buahnya lebih besar dari cengek leutik, buah muda berwarna putih, setelah tua menjadi jingga, dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi merah. Buahnya digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, acar dan asinan. Daun muda dapat dikukus untuk lalap.

Cabai rawit dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat & Khasiat

Cabai rawit rasanya pedas, sifatnya panas, masuk meridian jantung dan pankreas. Tumbuhan ini berkhasiat tonik, stimultan kuat untuk jantung dan aliran darah, antirematik, menghancurkan bekuan darah (antikoagulan), meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit (kalau digosokkan ke kulit akan menimbulkan rasa panas, jadi digunakan sebagai campuran obat gosok), peluruh kentut (karmionatif), peluruh keringat (diaforetik), peluruh liur dan peluruh kencing (diuretik).

Kandungan Kimia

Buahnya mengandung kapsaisin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin A dan C. Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pemati rasa kulit.

Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine dan steroid saponin (kapsisidin). Kapsisidin berkhasiat sebagai antibiotik.

Bagian yang digunakan

Seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan sebagai tanaman obat, seperti buah, akar, daun dan batang.

Indikasi
Cabai rawit digunakan untuk;
• Menambah nafsu makan
• Menormalkan kembali kaki dan tangan lemas
• Batuk berdahak
• Melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis dan,
• Migrain

Cara Permakaian

Untuk obat yang diminum, buah cabai rawit digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk dan pil.

Untuk pemakaian luar, rebus buah cabai rawit secukupnya, lalu uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus, lalu turapkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti rematik, jari rasa nyeri karena kedinginan. Gilingan daun yang diturapkan ke tempat sakit digunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul.

Efek Farmakologis

Ekstrak buah cabai rawit mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan Candida albicans. Daya hambat ekstrak cabai rawit 1 mg/ml setara dengan 6,20 mcg/ml nistatin dalam formamid (Tyas Ekowati Prasetyoningsih FF UNAIR 1987)

Contoh Pemakaian


Kaki dan Tangan Lemas (Seperti Lumpuh)

sediakan 2 bonggol akar cabai rawit , 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit diatas lutut, 60 g kacang tanah dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, tambahkan air dan arak sama banyaknya sampai bahan bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1 cm diatasnya). Selanjutnya tim ramuan tersebut. Setelah dingin saring dan air saringanya diminum sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan.

Sakit Perut

Cuci daun muda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit.

Rematik

Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.

Frosbite

Buah biji beberapa buah cabai rawit segar, lalu giling sampai halus, kemudian balurkan ke tempat yang sakit.

Catatan

Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorokan dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi cabai rawit.

Rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endofin yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat.

Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati.
Pada sisitem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamim C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak dan memperlambat proses penuaan.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setaiwan Dalimartha/Hd

Cabai Merah (Capsicum Annumm L.)


Cabai berasal dari Amerika tropis, tersebar mulai dari Meksiko sampai bagian utara Amerika Selatan. Di Indonesia, umumnya dibudidayakan di daerah pantai sampai pegunungan, hanya kadang-kadang menjadi liar.

Perdu tegak, tinggi 1-1,25 m, setahun atau menahun. Batang berkayu, berbuku-buku, percabangan lebar, penampang bersegi, batang muda berambut halus berwarna hijau. Daun tunggal, bertangkai (panjangnya 0,5-2,5 cm), letak bersebar. Helaian daun bentuknya bulat telur sampai elips, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, pertulangan menyirip, panjnag 1,5-12 cm, lebar 1-5 cm, berwarna hijau. Bunga tunggal, berbetuk bintang, berwarna putih, keluar dari ketiak daun. Buahnya buah buni, berbentuk kerucut memanjang, lurus atau bengkok, meruncing pada bagian ujungnya, menggantung, permukan licin mengkilap, diameter 1-2 cm, panjang 4-17 cm, bertangkai pendek, rasanya pedas, rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tuasetelah masak menjadi merah cerah. biji yang masih muda berwarna kuning, setelah tua menjadi coklat, berbentuk pipih, berdiametersekitar 4 mm.

Rasa buahnya yang pedas dapat mengeluarkan air mata orang yang menciumnya, tetapi orang tetap membutuhkannya untuk menabah nafsu makan. Keanekaragaman jenis cabai merah cukup tinggi. Artinya cabai merah memiliki beberapa varietas dan kultivar yang dibedaakan berdasarkan bentuk, ukuran, rasa pedas dan warna buahnya.

Cabai merah dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Cabai rasanya pedas, sifatnya panas. Buah berkhasiat stimulan, meningkatkan nafsu makan (stomakik), peluruh keringat (diaforetik), perangsang kulit dan sebagai obat gosok.

Kandungan Kimia

Buah mengandung kapsaisin, dihidrokapssaisin, vitamin (A, C), damar, zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin, dan lutein. Selain itu, juga mengandung mineral, seperti zat besi, kalium, kalsium, fosfor dan niasin.

Zat aktif kapsaisin berkhasiat sebagai stimulan. Jika sesorang mengonsumsi kapsaisin terlalu banyak akan mengakibatkan rasa terbakar di mulut dan keluarnya air mata.

Bagian yang digunakan

Bagian yang digunakan adalan buah dan daun.

Indikasi
Buah digunakan untuk pengobatan:
• Rematik
• Sariawan
• Sakit Gigi
• Influenza
• Meningkatkan nafsu makan


Getah daun muda digunakan untuk:
• Mempermudah persalinan

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus atau keringkan 0,5-1 buah, lalu haluskan sampai menjadi serbuk.

Untuk pemakaian luar, rebus 0,5-1 g buah, lalu air rebusannya digunakan sebagai oat kompres. Selain itu, buah cabai dapat dicampur dengan bahan lain untuk obat gosok. Getah daun muda digunakan untk pengobatan luka, bisul dan sakit gigi.

Contoh Pemakaian


Rematik

Seduh 10g serbuk buah cabai merah dalam 1/2 gelas air panas. Aduk sampai rata dan diamkan beberapa menit. Hasil seduhannya dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit.

Luka, Bisul

Oleskan minyak sayur pada beberapa helai daun cabai, lalu layukan diatas api kecil. Temnpelkan daun cabai selagi hangat pada bagian kulit yang terluka.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/Hd.

Friday, June 12, 2009

Cabe Jawa (Piper retrofractum Vahl.)


Tumbuhan ini berasal dari suku Piperaceae. Sinonimnya P.longaum BI., P. officinarum (Mig.) DC., Chavica officinarum Mig., C. maritima Mig. Di Sumatera, tumbuhan ini disebut lada panjang, cabai jawa, c.pajang. Di Jawa, namanya cabean, cabe alas, c. areuy, c.jawa, c.sula. Di Madura dinamai cabhi jhamo, c.ongghu, c. solah. Sedangkan di Sulawesi namanya cabia (makasar).

Uraian Tumbuhan


Cabe jawa merupakan tumbuhan asli Indonesia, ditanam di pekarangan, ladang, atau tumbuh liar di tempat-tempat yang tanahnya tidak lembab dan berpasir seperti di dekat pantai atau di hutan sampai ketinggian 600 m dpl.

Tumbuhan menahun, batang percabangan liat, tumbuh memanjat, melilit, atau melata dengan akar lekatnya, pajangnya dapat mencapai 10m. Percabangan dimulai dari pangkalnya yang keras dan menyerupai kayu. Daun tunggal, bertangkai, bentuknya bulat telur sampai lonjong, pangkal membulat, ujung meruncing, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan alas licin, permukaan bawah berbintik-bintik, panjang 8,5-30 cm, lebar 3-13 cm, hijau.

Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bulir yang tumbuh tegak atau sedikit merunduk, bulir jantan lebih panjang dari betina. Buah majemuk berupa bulir, bentuk bulat panjang sampai silindris, bagian ujung agak mengecil, permukaan tidak rata, bertonjol teratur, panjang 2-7 cm, garis tengah 4-8 mm, bertangkai panjang, masih muda berwarna hijau, keras dan pedas, kemudian warna berturut-turut menjadi kuning gading dan akhirnya menjadi merah, lunak, dan manis.

Biji bulat pipih, keras, cokelat kehitaman. Perbanyakan dengan biji setek batang.

Sifat dan Khasiat


Buah rasanya pedas dan panas, masuk meridian limpa dan lambung. Cabe jawa berhasiat untuk mengusir dingin, menghilangkan nyeri (analgesik), peluruh keringat (diaforetik), peluruh kentut (karminatif, stimulan, dan afrodisiak.

Akar cabe jawa pedas dan hangat rasanya, berhasiat sebagai tonik, diuretik, stomakik,dan peluruh haid (emenagog).

Kandungan Kimia


Buah cabe jawa mengandung zat pedas piperine, chavicine, palmetic acids, tetrahydropiperic acids, 1-undecylenyl-3, 4-methylenedioxy benzene, piperidin, minyak asiri , N-isobutyldeka-trans-2-trans-4- dienamide, dan sesamin. Piperine mempunyai daya antipiretik, analgesik, antiinflamasi, dan menekan susunan saraf pusat.
Bagian akar mengadung piperine, piplartine, dan piperlonguminine.

Bagian yang Digunakan

Buah yang sudah tua tetapi belum masak, akar, dan daun, dikeringkan.

Indikasi


Buah cabe dapat digunakan untuk mengatasi: kejang perut, muntah-muntah, perut kembung, mulas, disentri, diare, sukar buang air besar pada penderita penyakit hati, sakit kepala, sakit gigi, batuk, demam, hidung berlendir, lemah syahwat, sukar melahirkan, neurastenia, dan tekanan darah rendah.

Bagian akar dapat digunakan untuk: kembung, pencernaan terganggu, tidak dapat hamil karena rahim dingin, membersihkan rahim setelah melahirkan, badan terasa lemah, stroke, rematik, gout, nyeri pinggang.

Daun dapat digunakan untuk mengatasi: kejang perut dan sakit gigi.

Cara Pemakaian


Buah sebanyak 2,5-5 g dijadikan pil atau direbus, lalu di minum untuk pemakaian luar, buah dijemur kering lalu digiling menjadi bubuk. Bubuk ini dihirupkan melalui hidung atau dimasukkan ke gigi yang berlubang (karies dentis). Juga digunakan untuk rematik dan parem setelah melahirkan.

Akar sebanyak 2,5 g direbus, atau dijadikan pil, bubuk. Pemakaian luar untuk obat luka dan sakit gigi. Daun untuk obat kumur pada radang mulut.

Contoh Pemakaian


Neurastenia.

Cabe jawa 6 butir, rimpang alang-alang 3 batang, rimpang lempuyang ¾ jari, daun sambiloto segar 1 genggam, gula enau 3 jari, dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 kali, masing-masing ¾ gelas.

Masuk angin.

Cabe jawa 3 butir, daun poko (Mentha arvensis L) dan daun kesumba keling (Bixa orellana L.), masing- masing ¾ genggam, gula enau 3 jari. Bahan-bahan tersebut dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 ¼ gelas. Setelah dingin saring, lalu minum 3 kali sehari @ ¾ gelas .

Membersihkan rahim setelah melahirkan, obat kuat.

Akar kering cabe jawa sebanyak 3 g digiling halus. Seduh dengan air panas, hangat-hangat diminum sekaligus.

Pencernaan tergangu, batuk, ayan, demam sehabis melahirkan, menguatkan lambung, paru dan jantung.

Buah cabe jawa kering sebanyak 5 g ditumbuk halus. Tambahkan madu secukupnya sambil diaduk merata, lalu di minum sekaligus.

Sakit gigi.

Daun cabe jawa yang segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk. Seduh dengan ½ gelas air panas. Selagi hangat disaring, airnya dipakai untuk kumur-kumur.
Akar lekat dikunyah beberapa saat, lalu di buang.

Kejang perut.

Daun cabe jawa segar sebanyak 3 lembar dicuci lalu ditumbuk. Seduh dengan 1 gelas air panas. Selagi hangat disaring lalu diminum sekaligus.

Urus-urus untuk penderita penyakit hati.

Cabe jawa 3 butir dan rimpang lempuyang seukuran ibu jari ditumbuk. Tambahkan 1 sendok makan air matang sambil diaduk rata, lalu peras dan saring. Airnya diminum sekaligus.

Demam.

Buah yang kering sebanyak 3 g digiling halus, lalu diseduh dengan ½ gelas air panas. Kemudian minumlah bersama ampasnya selagi hangat.

Catatan:

Penderita panas dalam dan perempuan hamil dilarang minum ramuan tumbuhan ini.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999.

Bungur Kecil (Lagerstroemia indica L.)


Biasanya, bungur kecil ditanam sebagai tanaman hias di taman dan di halaman rumah atau bisa ditemukan sebagai tumbuhan liar di tebing-tebing dan tepi hutan. Tanaman ini berasaal dari Korea dan Cina.

Perdu atau pohon kecil, tinggi 2-7 m, percabangan melengkung, kulit pohon berwarna cokelat, halus dan agak mengilap. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling. Helaian daun bentuknya elips atau memanjang, ujung tumpul, pangkal mambaji, tepi rata, berwarna hijautua, panjang 2-7 cm, lebar 1-4 cm. Bunga majemuk bentuk malai, panjang 10-50 cm, tepi mahkota bunga bergelombang, berwarna merah, putih atau ungu, keluar dari ujung tangkai atau ketiak daun. Buahnya agak bulat, panjang 9-13 mm, lebar 8-11 mm.

Bungur kecil dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Akar rasanya agak pahit, sifatnya netral, astrigen. Khasiat akar bungur kecil adalah merangsang proses sirkulasi, menghentikan perdarahan (hemostatis), antiradang, peluruh kencing (diuretik) dan menetralisir racun (detoksin).

Bunga, daun dan kulit kayu berkhasiat sebagai pencahar (laksatif).

Kandungan Kimia

Daun mengandung decinine, decamine, lagerstroemine, lagerine , dihydroverticillatine dan decodine.

Akar mengandung sitosterol, 3,3', 4-trio-o-methylellagic acid.

Bagian yang digunakan

Bagian yang digunakan adalah akar, bunga, daun dan kulit kayu. Cuci bahan bahan tersebut, lalu jemur sampai kering agar dapat disimpan dan digunakan jika perlu.

Indikasi

Akar bungur kecil digunakan untuk pengobatan:
• Menghentikan perdarahan, seperti batuk darah, muntah darah, berak darah, luka berdarah, perdarahan sehabis melahirkan,
• Radang hati (hepatitis), sakit kuning (jaundice),
• Perut busung (sites), kaki bengkak (edema),
• Keracunan (Tripterygium wilfordi),
• Disentri
• Sakit perut sehabis melahirkan, sakit gigi, sakit kepala dan,
• Keputihan

Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 15-30g akar, lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, rebus bahan segar secukupnya, lalu airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang sakit. Selain itu, giling bahan kering sampai mambentuk serbuk. Selanjutnya bubuhkan serbuk tersebut ke tempat yang sakit, seperti patah tulang (fraktur), bisul, koreng, abses, eksim dan radang payudara (mastitis).

Contoh Pemakaian


Batuk Darah, Muntah Darah, Berak Darah dan Perdarahan lainnya

Rebus 30g akar dalam 200 cc air bersih sampai tersisa 80 cc. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing 40 cc.

Disentri

Rebsu 20g daun atau akar dalam 3 gelas air bersih sampai tersisa separonya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari 3 kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri Akut, Hepatitis menular

Cuci 15 g akar dan 15 g daun bungur kecil, lalu rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring air rebusannya dan bagi menjadi dua bagian untuk dua kali minum, pagi dan sore hari. Setiap kali minum 1/2 gelas, dapat ditambah madu seckupnya.

Bisul, Koreng

Keringkan akar atau bunga bungur kecil secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan arak putih secukupnya sampai berbentuk bubur kental, kemudian oleskan ke bagian tubuh yang sakit dan balut dengan perban. Untuk obat yang diminum, rebus 30 g akar dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali masing-masing 1/2 gelas.

Eksim

Cuci akar atau daun secukupnya sampai bersih, lalu rebus dalam air sampai mendidih (selama 15 menit). Dalam keadaan hangat, ramuan ini dapat dipakai untuk mencuci bagian tubuh yang terkena eksim.

Catatan

Ibu hamil dilarang minum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat mengganggu perkembangan janin.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind/Dr. Setiawaan Dalimartha/Hd.

Bungur (Lagerstroemia speciosa Pers.)


Bungur dapat ditemukan di hutan jati, baik di tanah gersang maupun tanah subur hutan heterogen berbatang tinggi. Kadang-kadang, bungur ditanam sebagai tanaman hias atau pohon pelindung ditepi jalan. Di Jawa, bungur dapat tumbuh sampai ketinggian 800 m dpl. Selain itu, bungur banyak ditemukan pada ketinggian di bawah 300 m.

Pohon tinggi 10-30 m. Batang bulat, percabangan mulai dari bagian pangkalnya, berwarna coklat muda. Daun tunggal , bertangkai pendek. helaian daun berbentuk oval, elips atau memanjang, tebal seperti kulit, panjang 9-28 m, lebar 4-12 cm. berwarna hijau tua. Bunga majemuk berwarna ungu, tersusun dalam malai yang panjangnya 10-50 cm, keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Buahnya buah otak, berbentuk bola sampai bulat memanjang, panjang 2-3,5 cm, beruang 3-7, buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak menajdi cokelat. Ukuran bijinya cukup besar, pipih, ujung bersayap berbentuk pisau, berwara cokelatkehitaman. Bungur dapat diperbanyak dengan biji.

kandungan Kimia

Daun mengandung saponin, flavonoidaa dan tanin.

Bagian yang digunakan

Bagian yang digunakan adalah biji, daun dan kulit kayu.

Indikasi

Biji bungur digunakan untuk pengobatan
tekanan darah tinggi

Kulit kayu digunakan untuk pengobatan:
• Diare, disentri, dan
• Kencing darah

Kayu digunakan untuk pengobatan:
• Kencing batu
• Kencing manis
• Tekanan darah tinggi

Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus kulit kayu sebesar dua ibu jari, lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar, dapat digunakan biji untuk pengobatan eksim.

Efek farmakologis dan hasil penemuan
Ekstrak kulit batang bungur pada konsentrasi 1-3 g/ml menunjukkan adanya daya antibakteri terhadap Escherichia coli dan Shigella sonnei. Sebagai pembanding digunakan kloramfenikol base (Heriyanto, Fakultas Farmasi WIDMAN, 1992)

Infus daun bungur (bunga putih) 10% dan 20% dengan takaran 5 ml/kg bb dapat menurunkan kadar glukosa darah kelinci. Infus 40% dengan takaran sama tidak meningkatkan efek hipoglikemik. Sebagai kontrol, digunakan air suling. Cara uji dengan metode toleransi glukosa oral (Putu Pramitasari, FF UBAYA 1992)

Contoh Pemakaian


Eksim

Gongseng 5 g biji yang telah masak, lalu tumbuk sampai memjadi serbuk halus. Ke dalam serbuk tersebut, tambahkan 1/2 sendok teh minyak kelapa, lalau aduk sampai rata. Untuk pengobatan,oleskan ramuan tersebut pada bagian kulit yang terkena eksim.

Diare

Cuci kulit kayu sebesar 2 jari sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1/2 cangkir air masak. lalu aduk sampai rata. Selanjutnya, saring dan airnya diminum sekaligus.

Kencing manis

Cuci 8 lembar daun bungur segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin saring, lalu minum sekaligus pada pagi hari.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind/Dr. Setiawan Dalimartha/Hd.

Bunga Pagoda(Clerodendrum japonicum [Thunb.] Sweet)


Umumnya bunga pagoda ditanam di taman, pekarangan rumah atau di tepi jalan daerah luar kota sebagai tanaman hias.

Perdu meranggas, tinggi 1-3 m. Batangnya dipenuhi rambut halus. Daun tunggal, bertangkai, letak berhadapan. helaian daun berbentuk bulat telur melebar, pangkal daun berbentuk jantung, daun tua bercangap menjari, panjangnya dapat mencapai 30 cm. Bungannya bunga majemuk berwarna merah terdiri daribunga kecil-kecil yang berkumpul membentuk piramid, keluar dari ujung tangkai. Buahnya bulat.

Bunga pagoda dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat & Khasiat

Akar rasanya pahit, sifatnya dingin. Akar bunga pagoda berkhasiat antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak dan menghancurkan darah beku.

Daun rasanya manis, asam, agak kelat, sifatnya netral. Daun berkhasiat sebagai antiradang danmengeluarkan nanah.

Bunga rasanya manis, sifatnya hangat, berkhasiat sedatif dan menghentikan perdarahan (hemostatis).

Bagian yang digunakan

Bagian yang digunakan adalah akar, bunga dan daun. Untuk penyimpanan, akar harus dikeringkan.

indikasi

Akar digunakan untuk pengobatan:
• Sakit pinggang (lumbago), nyeri pada rematik
• tuberkolusis paru (TB Paru) yang disertai batuk darah
• Wasir berdarah (hemoroid), berak darah (disentri)
• Susah tidur (insomnia) dan,
• Bengkak akibat benturan benda keras
• Bunga digunakan untuk pengobatan:
• penambah darah pada penderita anemia
• Keputihan
• Wasir berdarah dan,
• Susah tidur (insomnia)

Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 30-90 g akar atau bunga. Selain itu akar juga dapat dijadikan serbuk, lalu diseduh dan diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun segar sampai halus, lalu bubuhkan pada bisul, koreng dan memar. Selain itu, daun segar dapat diperas dan air perasannya dioleskan pada luka berdarah.

Contoh Pemakaian

Wasir berdarah
Masak 60g akar atau bunga pagoda dengan usus sapi. Setelah dingin kuahnya diminum dan usus sapinya dapat dimakan.

Susah tidur

Keringkan akar atau bunga pagoda secukupnya, lalu giling untuk dijadikan serbuk. Ambil 1 sendok teh serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam 1 seloki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur.

Bisul, Koreng

Cuci daun bunga pagoda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit madu sambil diaduk merata. Bubuhkan ramuan tersebut pada tempat yang sakit. lalu balut. Ganti ramuan ini tiga kali sehari.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind/Dr. Setiawan Dalimartha/Hd

Bunga Kenop (Gomphrena Globosa L. )


Bunga Kenop ditanam di pekarangan dan di tanam sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di ladang yang cukup mendapat sinar matahari. Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini dapat ditemukan pada ketinggian 1-1.300 m dpl.

Terna semusim, tumbuh tegak, tinggi 60 cm atau lebih, seluruh bagiannya berambut. Batangnya berwarna hijau kemerahan, membesar pada ruas percabangan. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang. Helaian daun bentuknya bulat telur sungsang sampai memanjang, ujung meruncing, tepi rata, berwarna hijau, berambut kasar berwarna putih di permukaan atas dan berambut halus di permukaan bawah. Bunga tunggal, keluar dari ujung tangkai, bentuknya bulat seperti bola, berwarna merah tua keunguan, putih atau merah muda. Buahnya buah kotak berbentuk segitiga, terbungkus oleh lapisan tipis berwarna putih, berbiji kotak.

Daun bunga kenop dapat dimakan sebagai sayuran. Tumbuhan ini dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Rasanya manis, sifatnya netral. Bunga kenop berkhasiat sebagai obat batuk, obat sesak napas, peluruh dahak dan obat radang mata.

Kandungan Kimia

Gomphrenin I, Gomphrenin II, Gomphrenin III, Gomphrenin V, Gomphrenin VI dan amarathin. KAndungan minyak asiri, flavon atau saponin mempunyai khasiat sebagai peluruh dahak.

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah bunga atau seluruh herba segar atau herba .kering

Indikasi
Bunga berkhasiat untuk pengobatan
• Batuk rejan (pertusus),
• TB Paru disertai batuk darah,
• Sesak napas (Asma Bronkial),
• Radang saluran napas akut dan menahun,
• Radang mata,
• Sakit Kepala,
• Panas dan kejang pada anak karena gangguan hati, mimpi buruk pada anak,
• Disentri, dan
• Tidak lancar buang air kecil

Herba digunakan untuk:
• Menambah nafsu makan

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 9-10 bunga segar atau 3-9 g bunga kering lalu air rebusannya diminum.

Untuk pemakaian luar, cuci herba segar seutuhnya sampai bersih, lalu giling sampai halus. Turapkan ramuan ini ke bagain tubuh yang sakit, seperti bengkak/memar akibat terbentur benda keras. Selain itu tanaman segar dapat direbus dan airnya digunakan untuk mencuci koreng.

Contoh Pemakaian

Sesak napas karena Asma Bronkitis
Rebsu 10 kuntum bunga kenop dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan arak kuning sebanyak satu seloki. Minum ramuan sehari tiga kali, masing-masing 1/3 gelas. Lakukan tiap hari sampai sembuh.

Bronkitis Kronis

Suntikan ramuan obat suntik bunga kenop, pada beberapa akupunktur. Sekitar 10% penderita yang mendapat suntikan ini akan mengeluhkan rasa kering di tenggorokan walaupun hanya sementara.

Kencing tidak Lancar

Rebus 3-10 g bunga kenop dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum dua kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.

Panas pada anak karena gangguan hati (liver)

Cuci 7-14 kuntum bunga kenop segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sehari tiga kali, masing-masing 1/2 gelas.

Disentri

Rebus 10 kuntum bunga kenop segar dalam 100 cc arak kuning sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

Menambah nafsu makan

Cuci 20g herba segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum. Sehari dua kali, masing masing satu gelas.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind/Dr. setiawan Dalimartha/HD

Buah Makasar (Brucea Javanica [L.] Merr)


Buah Makasar tumbuh liar di hutan, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar. Buah Makasar tumbuh pada ketinggian 1-500 m dpl.

Perdu tegak, menahun, tinggi 1-2,5 m, berambut halus warna kuning. Daunnya berupa daun majemuk menyirip ganjil, jumlah anak daun 5-13, bertangkai, latak berhadapan. Helaian anak daun berbentuk lanset memanjang, ,ujung meruncing pangkal berbentuk baji, tepi bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau hijau muda, panjang 5-10 cm, lebar 2-4 cm. Bungan majemuk berkumpul dalam rangkaian berupa malai padat yang keluar dari ketiak daun, warna ungu kehijauan. Buahnya buah batu berbantuk bulat telur, panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak berwarna hitan. Bijinya bulat, berwarna putih. buah makasar berkembang dengan mengunakan biji.

Sifat dan Khasiat

Rasanya pahit sifatnya dingin, beracun (toksik), masuk meridian usus besar. Khasiat buah makasar dapat mmebersihkan panas dan racun, menghentikan perdarahan (hemostatis), membunuh parasit, antisendi dan antimalaria.

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah buah. Setelah buah dikumpulkan , bagian yang keras dibuang untuk diambil isinya. Selain buah, daun dan akar juga berkhasiat sebagai obat

Indikasi
Buah yang digunakan untuk pengobatan:
• Malaria
• Disentri Amuba, Diare kronis akibat terinfeksi Trichomonas sp.,
• Kaputihan
• Wasir
• Cacingan
• Papiloma di pangkal tenggorokan, lambung , rektum, paru-paru, leher rahim dan kulit

Akar digunakan untuk pengobatan
• Malaria
• Karacunan Makanan
• Demam
• Daun digunakan untuk mengatasi
• Sakit Pinggang

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, giling 1,5-2 g isi buah makasar (kira-kira 10-15 biji) sampai halus, lalu masukkan kedalam kapsul. Ramuan ini diminum setelah makan. Lakukan 2-3 kali sehari.

Pemakaian luar digunakan untuk menyembuhkan penyakit kutil dan mata ikan di kaki. Pemakaian ramuan ini harus hati-hati agar tidak mengenai kulit normal di sekitarnya. Daun buah makasar yang digiling halus dapat digunakan untuk mengompres bagian tubuh yang bengkak, akibat terbentur atau terpukul (memar) benda keras. Selain dapat menyembuhkan penyakit, ramuan ini dapat digunakan untuk mengusir belalang.

Contoh Pemakaian


Disentri Amuba

Giling 10-15 buah makassar sampai halus, lalu masukkan ke dalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus setelah makan. Lakukan 3 kali sehari selama 7-10 hari.

Disentri, Air kemih, Tinja berdarah karena panas

Giling 25 buah makasar sampai halus (makzimal 50 buah), lalu masukkan kedalam kapsul. Minum ramuan ini sekaligus dengan larutan air gula batu.

Malaria

Ambil isi buah makasar kira-kira 10 buah, lalu giling sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, lalu minum sekaligus. Lakukan 3 kali sehari selama 3 hari. Selanjutnya dosis dikurangi setengahnya dan minum dalam 5 hari.

Cuci 15-20 g akar buah makasar, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum air saringannya siap untuk diminum. Lakukan sehari dua kali, masing-masing 1/2 gelas.

Wasir

Giling 7 buah makasar sampai halus. Masukkan ke dalam kapsul, minum sekaligus.

Keputihan

Masukkan 20 buah makasar ke dalam periuk tanah atau panci email. Tambahkan 400 cc airbersih, lalu rebus sampai tersisa 100 cc. Setelah dingin ramuan ini dapat digunakan untuk mencuci liang senggama (vagina). Caranya semprotkan air rebusan tadi menggunakan penyemprot (sprayer). Ramuan yang dipakai untuk setiap kali pemakaian 20-40 cc. Jika keputihanya ringan, penyemprotan cukup dilakukan sekali saja. Namun jika keputihanya berat, perlu diulang selama 2-3 hari.

Catatan

Jangan menggunakan dosis secara berlebihan. Jika diminum, buah makasar dapat menstimulir saluran pencernaan danmenimbulkan gejala keracunan. Hal tersebut disebabkan oleh zat glikosida kosamine yang terkandung didalamnya. Dalam dosis kecil, buah makasar berkhasiat sebagai pencahar, memperlancar pengeluaran empedu ke usus (kolagoga), mencegah pembekuan darah dan memberantas cacing usus, sebaliknya pada dosis besar dapat menyebabkan keracunan akut. Tanda-tandanya ditunjukkan dengan lambatnya proses pernapasan, tungkai lumpuh, muntah, diare dan koma yang akhirnya bisa menimbulkan kematian. Jika keracunan kronis terjadi dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Ibu hamil dan anak-anak dilarang minum ramuan tumbuhan obat buah makasar. Selain itu, buah makasar dikontraindikasikan pada penderita perdarahan saluran pencernaan, gastritis, penyakit hati dan penyakit ginjal berat.

Di luar negeri, ramuan obat ini sudah dibuat dalam bentuk kapsul, obat cair dan obat suntik. Ramuan ini dapat digunakanuntuk mengobati penyakit kanker. Pengobatannya dilakukan dengan meminum cairan emulsi, menggunakan injeksi atau menggunakan cairan emulsi yang dilarutkan ke dalam cairan infus. Pada kanker serviks dan payudara, biasanya diberikan injeksi lokal, sedangkan pada tumor saluran cerna dan paru-paru diberikan injeksi intramuskuler.

Buah makasar merupakan antiseptik kuat dan amuba, mikro organisme penyebab malaria, parasit di rongga usus dan mikroorganisme penyebab infeksi di liang senggama (vagina)

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./Dr. Setiawan Dalimartha/HD

Brokoli (Brassica oleracea var. italica)


Brokoli tergolong ke dalam keluarga kubis kubisan dan termasuk sayuran tidak tahan terhadap udara panas. Akibatnya brokoli cocok ditanam di dataran tinggi dengan suhu rendah, yaitu di atas 700 m dpl. Sayuran ini juga tidak tahan terhadap hujan yang terus-menerus. Jika hal ini terjadi, tanaman brokoli menjadi kekuning-kuningan dan jika membusuk warnanya berbintik-bintik hitam. Daun dan sifat pertumbuhan brokoli mirip dengan bunga kubis. Bedanya bungan brikoli berwarna hijau dan pertumbuhanya lebih lama dari bunga kubis. Brokoli tersusun dari bunga-bunga kecil yang berwarna hijau, tetapi tidka sekelompok bunga kubis. Demikian pula dengan tangkai bungannya yang lebih panjang. Dibandingkan dengan kubis bunga, setelah direbus tekstur brokoli akan terasa lebih lunak.

Panen bunga brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bungannya mekar dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya terlalu mekar, tangkai bungannya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning. Untuk dikonsumsi perlu dimasak selama beberapa menit saja. Pemasakan yang terlalu lama akan mengurangi khasiat brokoli.

Brokoli dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Bunga brokoli akan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit berat.

Kandungan Kimia

Brokoli mengandung air, protein, lemak, karbohidrat, serat, kaslsium, zat besi, Vitamin A, C, E, tiamin, riboflavin, nikotinamide, kalsium, beta karoten dan glutation, Selain itu brokoli mengandung senyawa sianohidroksibutena (CHB), sulforafan dan iberin yang merangsang pembentukan glutation.

Kandungan zat khasiatnya, yaitu sulforafan yang dapat mencegah penyakit kanker.

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah Bunga

Indikasi
Bunga digunakan untuk pengobatan:
• Mempercepat penyembuhan serta
• Mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker.

Cara Pemakaian

Brokoli dimakan sebagai sayuran rebus atau dimasak dengan sayuran lain dengan prosi cukup.

Contoh Pemakaian


Mempercapat penyembuhan penyakit.

Sediakan brokoli segar ukuran sedang, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya cuci dan rebus sebentar. Harus diperhatikan bahwa perebusan yang terlalu lama akan merusak zat berkhasiatnya. Setelah direbus, brokoli dapat dikonsumsi bersama nasi.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind./ Dr. Setiawan Dalimartha/hd

Blustru (Luffa cylindrica [L.] Roem.)


Blustru umumnya tumbuh di ladang, dirambatkan pada pagar halaman sebagai tanaman sayur,atau tumbuhan liar di semak, tepi sungai dan pantai.

Terna semusim, panjang batangnya dapat mencapai 2 - 10 m, memanjat dengan sulur-sulur (alat pembelit) yang keluar dari ketiak daun. Daun tunggal, panjang tangkai daun 4-9 cm, letak berseling. Helaian daun bulat telur melebar, berlekuk menjari 5-7 buah, pangkal daun berbentuk jantung, tulang daun menonjol di bawah, warna permukaan atas daun hijau tua, warna permukaan bawah daun hijau muda, panjang 6-25 cm, lebar 7,5 - 27 cm. Bunga berkelamin tunggal, terdapat dalam satu pohon. Mahkota bunga berwarna kuning. Buah tergantung atau tergeletak diatas tanah, bentuknya silindris atau bulat memanjang, panjang 10-50 cm dengan garis tengah 5-10 cm, jika sudah tua berwarna coklat. Bagian dalam buah yang sudah masak terdapat anyaman sabut yang rapat. Bijinya gepeng dengan tepi berbentuk sayap, licin, berwarna hitam.

Buah muda dapat disayur, sedang daun muda dapat digulai atau dibotok. Sabutnya dapat digunakan untuk mencuci perabotan rumah tangga.

Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat & Kasiat

Buah blustru rasanya manis, sifatnya sejuk, masuk meridian hati, lambung dan ginjal. Buah blustru berkhasiat sebagai peluruh dahak, penghenti perdarahan (hemostatis), pencahar ringan (laksatif), serta membersihkan panas (panas yang teraba maupun perasaan panas di dalam) dan racun.

Biji blustru rasanya pahit, sifatnya dingin dan beracun. Biji blustru berkhasiat untuk menghilangkan panas, peluruh kencing (diuretik), perangsang muntah (emetik), pencahar, pemberantas cacing perut (antelmintik), peluruh haid dan mernagsang pengeluaran ASI (laktagoga).

Daun berkhasiat untuk membersihkan darah dan peluruh haid
Bunga blustru rasanya manis, sedikit pahit dan sifatnya dingin
Sabut rasanya manis, sefatnya netral, masuk meridian paru, lambung dan hati. Sabut berkhasiat sebagai peluruh dahak, penghilang rasa nyeri (analgesik), antirematik serta melancarkan sirkulasi darah dan saraf.

Akar rasanya manis, sifatnya netral, berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan menghilangkan bengkak.

Batang rasanya pahit, sifatnya dingin, beracun, masuk meridian jantung, limpa dan ginjal. Batang berkhasiat melancarkan sirkulasi darah dan antelmintik.

Kandungan Kimia

Buah mengandung saponin triterpen, luffein (zat pahit), citruline dan cucurbitacin. Getah mengandung saponin, lendir, lemak,protein, xylan dan vitamin (B dan C). Biji mengandung minyak lemak, squalene, a-spinasterol, cucurbitacin B dan protein. Bunga mengandung glutamin, asam aspartat, arginin, lisin dan alanin. Sabut mengandung xylan, xylose, mannosan, galactan, saponin, sellulose, galaktosa, manitosa dan viotaminA, B dan C. Daun dan batang mengandung saponin dan tanin.

Luffein berkhasiat sebagai pencahar ringan dan saponin triterpen mempunyai aktivitas spermatisidal (membunuh sperma) sehingga dapat dikembangkan sebagai obat kontrasepsi (program KB).

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan seperti buah, kulit buah, tangkai buah, biji, sabut, daun, bunga, batang dan akar.

Indikasi

Buah digunakan untuk mengatasi:
• Demam, rasa haus
• Batuk sesak
• Keputihan
• Haid tidak teratur
• ASI tidak lancar
• Susah buang air besar
• Perdarahan, seperti air seni berdarah, mimisan dan
• Bisul

Biji digunakan untuk mengatasi:
• Muka, tangan dan kaki bengkak (edema)
• Batu saluran Kencing
• Cacingan
• Sakit pinggang dan
• wasir

Daun digunakan untuk mengatasi:
• Sesak Napas
• Tidak datang haid (amenore)
• Radang testis (orkitis)
• Luka bakar
• Bisul, kurap dan
• Digigit ular

Kulit buah digunakan untuk mengatasi:
• Bisul, abses daerah rektum (ujung usus besar) dan
• Luka

Bunga digunakan untuk mengatasi:
• Batuk disertai sesak, sakit tenggorokan.
• Sinusitis
• Wasir dan
• Bisul
• Sabut digunakan untuk mengatasi:
• Sakit dada, sakit perut, sakit pinggang
• Rematik sendi, pegal linu
• Batuk berdahak
• Tidak datang haid
• Payudara bengkak
• ASI sedikit
• Wasir
• Radang buah zakar (orkitis) dan
• Bisul

Arang dari sabut digunakan untuk:
• Menghentikan perdarahan, seperti perdarahan diluar hain, sir seni berdarahg dan berak darah.
• Akar digunakan untuk mengatasi:
• Migrain
• Sakit pinggang, sakit tenggorokan
• Bisul yang tidak mau pecah, dan
• Payudara bengkak (mastitis)

Batang digunakan untuk mengatasi:
• Rasa baal
• Haid tidak teratur
• Hidung berlendir, dan
• Bengkak
• Tangkai buah digunakan untuk mengobati:
Cacar air pada anak-anak

Cara Pemakaian

Untuk obat yang diminum, ramuan dapat dibuat dengan cara berikut.
Rebus atau bakar 100-150 g buah segar atau 10-15 buah kering (buah yang dibakar sampai menjadi serbuk).

Rebus atau gongseng 5-10 biji, lalu giling sampai menjadi serbuk

Rebus atau giling 50-150 g daun segar. Daun yang digiling, kemudian diperas dan air perasannya diminum. Cara lain, keringkan daun, lalu giling sampai menjadi serbuk.

Rebus 10-15 g bunga


Rebus atau panggang 10-15 sabut. Sabut yang dipanggang lalu digiling sampai menjadi serbuk.

Rebus 50-150 g akar segar atau 5-15 akar kering. selain direbus akar kering dapat digiling sampai menjadi serbuk.

Rebus 50-150 mg batang atau untuk dikeringkan dijadikan sebuk.

Untuk pemakaian luar, oleskan air perasan buah segar ke tempat yang sakit. Selain itu, pengobatan dapat juga dilakukan dengan cara membubuhkan serbuk buah kering, biji, daun kering, sabut atau batang ditempat yang sakit. Air rebusan daun atau akar dapat digunakan untuk mencuci luka. Kulit buah yang dipanggang sampai kering, lalu digiling halus dan ditambahkan arak secukupnya, dpat dioleskan ketempat yang sakit. Bunga segar yang digiling halus dapat ditempelkan k etempat yang sakit.

Contoh Pemakaian

Haid tidak teratur

Cuci buah blustru sebesar 4 jari sampai bersih, lalu parut. Tambahkan 1/2 cangkir air masak dan seujung sendok teh garam halus sambil diremas. Setelah tercapur rata, ramuan tadi diperas dan disaring. Air yang terkumpul diminum sekaligus. Lakukan sehari 3 kali.

Pelancar ASI

Masak buah blustru dan daun katuk menjadi sayur bening dan dapat dikonsumsi bersama nasi. Sakit pinggang
Gongseng biji blustru secukupnya sampai hangus, lalu giling sampai halus dan masukkan ke dalam toples. Jika akan digunakan, ambil sebanyak 10g lalu masukkan ke dalam 1/2 seloki arak. Aduk merata, lalu endapkan. Airnya diminum sekaligus, sedangkan ampasnya dibubuhkan ke bagian pinggang yang sakit.

Cuci akar blustru secukupnya, lalu bakar dengan dialasi genting, setelah kering, giling akar sampai menjadi serbuk dan asukkan ke dalam toples. Setiap kali pemakaian , ambil 10 g serbuk, lalu masukkan ke dalam 1/2 seloki arak hangat dan minum sekaligus.

Sesak napas

Cuci 5 lembar daun blustru muda yang masih sampai bersih. Selanjutnya, asapkan sebentar dan makan bersama nasi sebagai lalap. Lakukan sehari 2 kali.

Batuk disertai sesak

Cuci 10-15g bunga blustru sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa manjadi satu gelas. Setelah dingin disaring, lalu tambahkan madu ke dalam air saringan secukupnya dan minum sekaligus, Lakukan sehari 3 kali.

Migrain

Cuci 150g akar blustru segar sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Masukkan dua butir telur itik, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring ramuan tersebut dan air saringannya diminum, sedangkan telur rebusnya dimakan.

Bisul yang tidak mau pecah

Cuci akar blustru dari tanaman yang sudah tua sampai bersih, lalu dipotong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selagi hangat, airnya dapat digunakan untuk mengompres bisul.

Catatan

Ibu hamil dan seseorang dengan fungsi limpa yang lemah dilarang meminum rebusan herba ini.

Jika daging buahnya dimasak sebagai sayuran dapat menghalau panas dalam.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/hd

Biduri (Calotropis gigantea [Wild.] Dryand.ex W.T.Ait.)


Tumbuh tegak, tinggi 0,5-3 m. Batang bulat, tebal, ranting muda berambut tebal berwarna putih. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan. Helaian daun berbentuk bulat telur atau bulat panjang, ujung tumpul, pangkal berbentuk jantung, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 8-30 cm, lebar 4-15 cm, berwarna hijau muda. permukaan atas helaian daun muda berambut tebal berwarna putih (lambat laun menghilang), sedangkan permukaan bawah tetap berambut tebal berwarna putih. Bunga majemuk dalam anak payung, diujung atau ketiak daun. Tangkai bunga berambut rapat, mahkota bunga berbentuk kemudi kapal, berwarna lila, kadang-kadang putih. Buahnya bauh bumbung, berbentuk bulat telur atau bulat panjang, pangkal buah berupa kaitan, panjang 9-10 cm berwarna hijau. Bijinya kecil, lonjong, pipih, berwarna cokelat, berambut pendek dan tebal, umbai rambut serupa sutera dan panjang.

Jika salah satu bagian tumbuhan dilukai, akan mengeluarkan getah berwarna putih, encer, rasanya pahit dan kelat, lama kelamaan terasa manis dan baunya sangat menyengat dan beracun. Kulit batang biduri mengandung bahan serat yang dapat digunakan untuk membuat jala.

Biduri dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Kasiat

Kulit akar biduri berkhasiat kolagola, peluruh keringat (diaforetik), perangsang muntah (emetik), memacu kerja enzim pencernaan (alteratif) dan peluruh kencing (diuretik). Kulit kayu biduri berkhasiat emetik, bunga berkhasiat tonik dan menambah nafsu makan (stomakik).

Daun berkhasiat rubifasien dan menghilangkan gatal. Getahnya beracun dan dapat menyebabkan muntah. Namun berkhasiat sebagai obat pencahar.

Kandungan Kimia

Akar mengandung saponin, sapogenin, kalotropin, kalotoksin, uskarin, kalaktin, gigatin dan harsa. Daun mengandung saponion, flavonoid, polifenol, tanin dan kalsium oksalat. Batang mengandung tanin, saponin dan kalsium oksalat. getah mengandung racun jantung yang menyerupai digitalis.

bagian yang digunakan adalah kulit akar, daun, getah dan bunga.

Indikasi

Kulit akar digunakan untuk pengobatan:
• Demam
• Perut terasa penuh
• kaki pegal dan lemas
• Gigitan ular beracun, Borok kronis, dan
• Penyakit kulit lainnya


Daun digunakan untuk pengobatan:

• Kudis, luka, borok, sariawan,
• Gatal pada cacar (varicella)
• Campak (measles)
• Demam, dan
• Batuk

Bunga diginakan uuntuk pengobatan:

• Radang lambung
• Batuk, sesak napas, influenza
• Sifilis sekunder, kencing nanah (gonorrhoea) dan kusta (lepra)
• Getah digunakan untuk pengobatan:
• Bisul, eksim
• Pembesaran kelenjar getah bening
• Luka pada sifilis, luka dikaki
• Sakit gigi dan
• Mencabut duri yang menusuk kulit

Cara pemakaian

Untuk obat yang diminum, rebus 0,1 - 0,65 g kulit akar, lalu diminum.

Untuk pemakaian luar, layukan daun segar secukupnya, lalu tambahkan kapur sirih dan giling sampai halus. Selanjutnya lumurkan ramuan ke bagian tubuh yang terkena penyakit kudis. Untuk sakit perut, layukan daun segar di atas api, lalu oleskan minyak di bagian permukaannya, digunakan untuk menutup perut. Untuk sakit telinga, tumbuk dau muda sampai halus, lalu peras. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit. Untuk luka atau borok, giling daun kering sampai halus, lalu taburkan serbuk pada bagian yang luka atau borok.

Contoh pemakaian


Gastritis

Cuci 1/3 genggam bunga biduri, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa kira-kira 2 1/4 gelas. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Selanjutnya ramuan siap untuk diminum. Untuk pengobatan, minum ramuan ini sebanyak 3/4 gelas, sehari tiga kali.

Lepra, Sifilis, sekunder, gonorrhoea

Rebus 0,1 g bunga kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum.

Digigit ular berbisa

Cuci akar sebesar 1 jari sampai bersih, lalu kunyah dan airnya ditelan, sedangkan ampasnya digunakan untuk menutup luka.

Kaki pegal dan lemas

Cuci akar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk halus. Tambahkan tepung beras (sama banyak) dan aduk sampai rata. Gosokkan ramuan pada bagian kaki yang sakit.

Bisul

Teteskan getah buah di atas bisul yang membandel.

Luka pada sifilis dan kaki

Cuci luka-luka pada sifilis dan kaki, lalu oleskan getah biduri pada luka tersebut.

Tertusuk duri halus

Teteskan getah biduri pada bagian tubuh yang tertusuk duri. Secara langsung, getah akan mengaluarkan duri di dalam kulit dengan sendirinya.

Pembesaran kelenjar getah bening

Oleskan kelenjar yang membengkak dengan getah biduri.

Sakit gigi

Oleskan getah biduri pada gigi yang sakit. Cara pengolesan ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan mengenai gigi yang sehat.

Batuk dan sesak napas

Bakar daun kering lalu hisap akarnya.

Sariawan

Cuci daun secukupnya sampai bersih, tumbuk sampai halus kemudian diperas. Oleskan air perasanya pada bagian yang sariawan.

Campak

Cuci 1/4 bagian daun biduri, 1/4 genggam daun asam muda dan rimpang kunyit sebesar 1/2 jari, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu cangkir air masak dan satu sendok makan madu. lalu aduk sampai rata. Selanjutnya ramuan disaring dan air saringannya diminum. Pengobatan ini dilakukan 2 kali sehari.

Sakit telinga

Cuci daun muda sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya peras dan saring, lalu airnya diteteskan pada bagian telinga yang sakit. Lakukan pengobatan in 3-4 kali sehari.

Sakit perut

Cuci daun sampai bersih lalu layukan di atas api. Oleskan minyak, kemudian letakkan daun dieskitar perut.

Kudis

Cuci satu genggam daun segar sampai bersih, llau bilas dengan air matang. Layukan daun-daun tersebut di atas api, lalu tumbuk dan tambahkan 1/4 sendok teh kapur sirih. Penumbukan dilakukan sampai ramuan menjadi adonan seperti bubur kental. Terakhir oleskan ramuan pada tangan dan kaki yang kudisan.

Gatal

Cuci daun biduri sampai bersih, lalu oleskan minyak kelapa di bagian permukaanya dan layukan di atas api. Bahan tersebut digunakan untuk membalur luka.

Catatan

Getah tumbuhan biduri beracun. Karena getahnya terdapat pada semua bagian tumbuhan maka dosis berlebihan dapat menimbulkan tanda-tanda keracunan.

Di India, dosis yang digunakan cukup besar, yaitu 3,25 - 3,9 g untuk khasiat emetik, sifilis sekunder, gangguan spasmodik, leukoderma, lepra dan rematik kronis. Akar yang dibakar, lalu ditambah minyak. dapat digunakan untuk memoles kelainan kulit seperti sifilis dan lepra. Jika kulit akar yang ditumbuk halus dan ditambah dengan cukup beras, akan membentuk adonan seperti bubur kental. Adonan ini dapat diborehkan pada kaki yang bengkak karena penyakit kaki gajah, yang disertai bengkak pada kantung buah zakar (elefantiasis tungkai dan scrotum)

Ibu hamil dilarang minum ekstrak tumbuhan ini karena dapat menyebabkan keguguran.


Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/hd

Wednesday, June 10, 2009

Beringin (Ficuc Benyamina L.)


Tumbuhan ini berasal dari suku Moraceae. Di Indonesia, namanya bermacam-macam. Di Sumatera, biasa disebut Waringin. Di dataran Sunda, namanya Caringan, sedangkan di Jawa disebut Waringin.

Beringin banyak ditemukan di tepi jalan, pinggiran kota atau tumbuh di tepi jurang. Pohonnya besar, tinggi 20-25 m, berakar tunggang. Batangnya tegak, bulat, permukaan kasar, coklat kehitaman, percabangan simpodial, pasa batang keluar akar gantung (akar udar). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal tumpul, panjang 306 cm, lebar 2-4 cm, pertualangan bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan.
Buah buni, bulat, panjang 0,5-1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Sedangkan bijinya bulat, keras, dan putih.

Kandungan Kimia


Akar udara mengandung asam amino, fenol, gula, dan asam orange.

Indikasi

Akar udara bermanfaat untuk mengatasi:
- Pilek, demam tinggi,
- Radang amandel (tonsilitis),
- Nyeri pada rematik sendi, dan
- Luka terpukul (memar).
- Daun bermafaat untuk mengatasi:
- Influenza,
- Radang saluran napas (bronkitis), batuk rejan (pertuisis),
- Malaria,
- Radang,
- Radang usus akut (akut enteritis), disentri, dan
- Kejang panas pada anak.

Contoh Pemakaian


Kejang panas pada anak

Ambil 100 g daun beringin segar, dicuci lalu direbus dengan 5 liter air selama 25 menit. Air rebusan ini selagi hangat digunakan untuk memandikan anak yang sakit.

Radang usus akut dan disentri

Ambil daun beringin segar sebanyak 500 g. Kemudian dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore, masing-masing ½ gelas.

Radang Amandel

Ambil akar udara beringin sebanyak 180 g, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan 1 gelas cuka. Setelah dingin digunakan untuk kumur-kumur (gargle). Lakukan beberapa kali sehari.

Bronkitis Kronis

Ambil 75 g daun beringin segar dan 18 g kulit jeruk mandarin, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang, dan malam hari. Lakukan selama 10 hari.


Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999.

Beluntas (Pluchea India [L.] Less.)


Tumbuhan ini berasal dari suku Asteraceae (Compositae). Namanya berbeda-beda, sesuai daerah tempat dia tumbuh. Di Sumatera, namanya beluntas (Melayu). Sedangkan di Sunda dikenal dengan nama baluntas, baruntas. Di Jawa namanya Luntas, di Madura dikenal dengan nama baluntas. Lain lagi di Makasar, masyarakat sekitarnya menyebut tumbuhan ini dengan nama lamutasa. Sedangkan di Timor disebut lenabou.

Beluntas umumnya tumbuhan liar di daerah kering pada tanah yang keras dan berbatu, atau ditanam sebagai tanaman pagar. Tumbuhan ini memerlukan cukup cahaya matahari atau sedikti naungan, banyak ditemukan di daerah pantai dekat laut sampai ketinggian 1.00 m dpl.
Perdu kecil, tumbuh tegak, tinggi mencapai 2 m, kadang-kadang lebih. Percabangan banyak, berusuk halus, berambut lembut. Daun bertangkai pendek, letak berseling, helaian daun telur sungsang, ujung bulat melancip, tepi bergerigi, berkelenjar, panjang 2,5-9 cm, lebar 1-5,5 cm, warnanya hijau terang, bila diremas harum. Bunga majemuk bentuk malai rata, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai, cabang-cabang perbungaan banyak sekali, bunga bentuk bonggol bergagang atau duduk, warnanya putih kekuning-kuningan sampai ungu. Buah longkah agak berbentuk gangsing, kecil, keras, cokelat dengan sudut-sudut putih, lokos. Biji kecil, cokelat keputih-putihan. Perbanyakan dengan setek batang yang cukup tua.

Sifat dan Khasiat

Daun beluntas berbau khas aromatis dan rasanya getir. Berkhasiat untuk meningkatkan nafsu makan (stomakik), membantu perncernaan, peluruh keringat (diaforetik), pereda demam (antipiretik), dan penyegar.
Akar beluntas berkhasiat sebagai peluruh keringat dan penyejuk (demulcent).

Kandungan Kimia

Daun beluntas mengandung alkaloid, flavonoida, tanin, minyak asiri, asam chlorogenik, natrium, almunium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Sedangkan akarnya mengandung flavonoid dan tanin.

Bagian yang Digunakan

Daun dan akar. Penggunaan segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi

- Beluntas ini dapat digunakan untuk:
- Menghilangkan bau badan, bau mulut,
- Kurang nafsu makan,
- Gangguan pencernaan pada anak,
- TBC kelenjar (skyrofuloderma),
- Nyeri pada rematik, nyeri tulang (asteodinia), sakit pinggang (lumbago),
- Demam,
- Datang haid tidak teratur; dan
- Keputihan.

Cara Pemakaian

Daun atau akar sebanyak 10-15 g direbus, lalu diminum. Untuk pemakaian luar, daun dilumatkan lalu dibalurkan untuk pegal linu, luka, skabies, kudis, dan borok.

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian


Uji fertilitas daun beluntas baik berupa perasan, infus, maserat, dan ekstrak dengan alat soxhlet pada mencit betina yang diberikan secara oral, mempunyai pengaruh antifertilitas pada mencit betina (willys, Jurusan Farmasi FMIPA, UNHAS, 1990).
Kadar minyak asiri daun beluntas 5% v/v dapat mengambat pertumbuhan Escherechia coli (Atik Erawati, Fak. Farmasi UGM, 1992).

Contoh Pemakaian

Menghilangkan bau badan, bau mulut, kurang nafsu makan.
Daun segar secukupnya dimakan sebagai lalap mentah atau dikukus dan dimakan bersama makan nasi.

Menghilangkan bau badan.

Daun beluntas sebanyak 15 g, buah pinang 5 g dan garam dapur seujung sendok teh. Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusannya diminum. Sehari 2 kali, masing-masing ½ gelas.

Gangguan pencernaan pada anak.

Daun segar setelah dicuci bersih lalu dipipis. Campurkan pada bubur saring atau nasi tim. Lakukan setiap kali makan.

TBC kelenjar.

Daun berikut tangkai beluntas segar, ekstrak gelatin dari kulit sapi dan rumput laut hai-hai (Laminaria japonika Aresch ) masing-masing 10g, dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Bahan-bahan tersebut lalu ditim sampai lunak. Makan selagi hangat. Lakukan setiap hari.

Nyeri pada rematik, sakit pinggang.

Akar beluntas sebanyak 15g dicuci lalu di potong-potong seperlunya. Tambahkan 3 gelas air, rebus sampai lunak. Makan selagi hangat. Lakukan setiap hari.

Demam, mengeluarkan keringat.

Daun beluntas segar 15 g dicuci lalu direbus atau diseduh dengan air panas, lalu minum seperti teh. Atau, daun beluntas segar kira-kira 100 g dicuci lalu dikukus sampai matang. Dimakan bersama makan nasi, dua kali sama banyak, pagi dan sore.

Luka.

Daun beluntas segar secukupnya dicuci lalu dipipis. Tambahkan sedikit kapur, sambil diaduk sampai rata. Ramuan ini lalu dibalurkan pada luka.

Datang haid tidak teratur.

Daun beluntas segar sebanyak 2 genggam dicuci lalu ditumbuk sampai halus. Tambahkan air masak 2 ½ gelas dan garam sebesar biji asam. Peras dan saring lalu diminum. Sehari 3 kali, masing-masing ¾ gelas.

Catatan

Rumput laut hai-hai dapat dibeli di pasar swalayan atau di toko obat Tionghoa.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999.

Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.)


Bayam duri berasal dari suku Amaranthus. Masyarakat mengenalnya dengan bermacam nama. Di Lampung, bayam duri lebih dikenal dengan nama bayam kerui. Adapula yang mengenalnya senggang cucuk (Sunda), bayam eri, bayam raja, bayam roda, bayam cikron (Jawa), Ternyak duri, ternyak lakek (Madura).

Di Bali, namanya Bayam Kikihan, Bayam siap, atau Kerug Pasih. Sedangkan di Minahasa bernama Kedawa Mawaw, karawa rap-rap, karawa in asu, korawa kawayo. Di Makasar namanya Sinau katinting, di Bugis bernama Podo Maduri. Tapi di Halmahera Utara bayam duri lebih dikenal dengan nama Maijanga atau ma hohoru, di Ternate namanya Baya, sedangkan di Loda bernama Loda.

Sifat dan Khasiat

Akar bayam duri rasanya manis, pahit, dan sejuk, masuk meridian jantung dan ginjal. Berkhasiat sebagai pereda demam (antipiretik), peluruh kencing (diuretik), peluruh haid, peluruh dahak (ekspektoran), penawar racun (antitoksik), menghilangkan bengkak (detumescent), dan pembersih darah.
Herba bayam duri berkhasiat sebagai pembersih darah, pelancar ASI ( Laktagoga ) dan diuretik.

Kandungan Kimia

Bayam ini mengandung amarantin, rutin, spinasterol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, zat besi, serta vitamin ( a, c, k dan piridoksin = B6 ).

Bagian yang di gunakan: Akar, herba

Indikasi

Akar berkhasiat mengatasi: Disentri, diare, sakit tenggorokan, sakit gigi, demam, radang saluran nafas (bronkitis), TBC Kalenjer (Skrofuloderma), Keputihan (Leukorea), radang rahim, Terlambat datang haid, Kencing sedikit, kencing nanah, Batu Empedu.
Herba berkhasiat mengatasi: Sakit dada, Bronkitis akut, kurang darah (Anemia), Keluar ASI sedikit.

Cara pemakaian

Akar kering sebanyak 10 - 15 g atau 30 - 60 g akar segar di rebus, minum. Herba segar sebanyak ½ - 1 genggam direbus, lalu di minum.
Pemakaian luar, herba segar direbus lalu airnya digunakan untuk cuci atau rendam. Bisa juga herba segar digiling halus atau yang kering dibakar menjadi bubuk, untuk dibubuhkan ke bagian tubuh yang sakit.
Pemakaian luar ini digunakan untuk pengobatan bisul yang keras, wasir (hemoroid), ekzema, gusi bengkak berdarah, malancarkan pengeluaran ASI ( laktagoga ), demam, kutil, luka bakr dan di gigit ular berbisa. Seluruh tumbuhan direbus, airnya selagi hangat di gunakan untuk merendam kaki yang pegal linu, dan reumatik.

Contoh Pemakaian


Disentri

Akar bayam duri segar sebanyak 30 g di cuci bersih lalu di potong-potong seperlunya. Tambahkan 15 g gula enau dan 2 gelas air bersih. Rebus sampai airnya tersisa ½ gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus sebelum makan. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

Keputihan

Akar bayam duri segar sebanyak 30-60 g dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan gula batu seukuran kelereng. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisia 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi sama banyak untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

Sakit Tenggorokan

Akar bayam duri segar sebanyak 45 g dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum, pagi dan sore hari.

Radang Saluran Napas

Daun bayam duri segar sebanyak ½ genggam dicuci bersih lalu digiling halus. Tambahkan 3 sendok makan air masak dan sedikit garam. Aduk merata, lalu diperas dan disaring. Minum sekaligus. Lakukan sehari 2 kali.

Sakit Gigi

Akar dicuci bersih, lalu dikunyah.

Terlambat haid

Akar bayam duri segar sebanyak 50 g dicuci dan dipotong-potong seperlunya. Tambahkan arak merah sampai terendam, lalu ditim sampai mendidih selama 15 menit. Diminum sekaligus selagi hangat.

TBC kelenjar

Seluruh tumbuhan bayam duri (batang, daun, dan akar) sebanyak 30-60 g dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 1,5 gelas air bersih dan 1,5 gelas arak putih, sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum. Pagi dan sore hari, masing-masing ½ gelas.

Kencing sedikit

Sepotong akar bayam duri berlikut bonggolnya dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum sekaligus pada pagi hari.

Bisul Keras

Daun dan batang bayam duri segar secukupnya dicuci bersih lalu dipipis. Tambahkan madu secukupnya. Aduk merata sampai menjadi adonan kental. Gunakan untuk menutup bisul dan sekelilingnya, lalu dibalut. Sehari diganti 3 kali.

Wasir

Daun dan batang bayam duri setelah dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Tambahkan air bersih sampai terendam seluruhnya. Rebus sampai mendidih selama 15 menit. Tambahkan sedikit garam , mencuci dan mengompres bagian tubuh yang ekzema.

Gusi Bengkak Berdarah

Tumbuhan bayam duri kering secukupnya dibakar dengan alas genteng, lalu digiling menjadi bubuk. Bahan ini lalu dioleskan ke gusi yang sakit sesering mungkin, sampai sembuh.

Melancarkan Pengeluaran ASI

Sebatang bayam duri segar seutuhnya dicuci bersih lalu dipipis. Ramuan yang telah halus ini lalu dibalurkan pada payudara dan sekitarnya. Lakukan sehari 3-4 kali, sampai air susu mengalir lancar.

Demam

Segenggam daun batang bayam duri segar dicuci bersih lalu dipipis. Tambahkan air secukupnya sampai menjadi adonan kental. Ramuan ini dipakai sebagai pilis di dahi dan pelipis.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Anggota Ikapi, Jakarta, 1999.

Bayam (Amaranthus tricolor L.)


Bayam berasal dari Amerika tropik. Sampai sekarang, tumbuhan ini sudah tersebar di daerah tropis dan subtropis seluruh dunia. Di Indonesia, bayam dapat tumbuh sepanjang tahun dan ditemukan pada ketinggian 5-2 m dpl, tumbuh di daerah panas dan dingin, tetapi tumbuh lebih subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas.

Herba setahun, tegak atau agak condong, tinggi 0,4 - 1 m dan bercabang. Batang lemah dan berair. Daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, panjang 5-8 cm, ujung tumpul, pangkal runcing, serta warnanya hijau, merah, atau hijau keputihan. Bunga dalam tungkal yang rapat, bagian bawah duduk di ketiak, bagian atas berkumpul menjadi karangan bungadi ujung tangkai dan ketiak bercabang. bunga berbentuk bulir.

Bayam yang biasa dikonsumsi sebagai sayuran dikenal dengan bayam cabutan atau bayam sekul. terdapat tiga varietas bayam yang termasuk ke dalam Amaranthus tricolor, yaitu bayam hijau biasa, bayam merah (Blitum rubum), yang berwarna hijau keputih-putihan. Daun dan batang bayam merah mengandung cairan warna merah. Selain A. tricolor terdapat bayam jenis lain, seperti bayam kakap (A. hybridus) bayamm duri (A. spinosus) dan bayam kotok/bayam tanah (A. blitum). Jenis bayam yang sering dibudidayakan adalah A. tricocor dan A. hybridus, sedangkan jenis bayam lainnya tumbuh liar.

Panen bayam cabut paling lama dilakukan selama 25 hari. Setelah itu, kualitasnya akan menurun karena daunnya menjadi kaku. Bayam dapat disayur bening, dibuat gado-gado, pecal, atau direbus untuk lalap. Kadang-kadang, daun bayam yang muda dan lebar digunakan pula sebagai bahan rempeyek.

Tanaman bayam dapat diperbanyak dengan biji.

Sifat dan Khasiat

Secara umum, tanaman bayam dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah berkhasiat sebagai obat disentri.

Bayam termasuk sayuran berserat yang dapat digunakan untuk memperlancar proses buang air besar. Makanan berserat sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita kanker usus besar, penderita kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol tinggi, dan menurunkan berat badan.

Kandungan Kimia

Bayam mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin, dan vitamin (A, B, dan C).

Bagian yang Digunakan

Bagian yang digunakan adalah daun dan akar :

Indikasi

Daun bayam digunakan untuk pengobatan :
• Membersihkan darah sehabis melahirkan
• Memperkuat akar rambut
• Tekanan darah rendah
• Kurang darah (anemia), dan
• Gagal Ginjal

Akar digunakan untuk Pengobatan

• Disentri.

Cara Pemakaian :

Untuk obat yang diminum, sediakan 25-30 g daun segar, lalu rebus dan makan sebagai lalap, selain direbus bayam dpat juga dijus untuk diminum.

Untuk pemakaian luar, giling daun bayam segar sampai halus, lalu tempelkan pada luka akibat gigitan binatang berbisa

Efek Farmakologis & Hasil Penelitian
Infus daun bayam merah 30% per oral dapat meningkatkan kadar besi serum, haemoglobin dan hematokrit kelinci yang dibuat anemia secara nyata. Peningkatan tersebut tidak berbeda jika dibandingkan dengan kelompok kelinci yang diberi sulfas ferosus. Sebagai pembanding, digunakan air suling. (Ernawati Santoso, Fakultas Farmasi, Widman, 1986)

Contoh Pemakaian

Meningkatkan kerja ginjal, membersihkan darah sehabis bersalin. Bayam dapat dikonsumsi dalam bentuk sayur bening.

Kurang darah.

Cuci tiga genggam dau bawang merah, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu sendok makan air jeruk nipis, lalu saring . Selanjutnya tambahkan satu sendok makan madu dan satu butir kuning telur ayam kampung dan aduk sampai rata, kemudian ramuan ini diminum dan pengobatan dilakukan satu kali sehari selama seminggu. Selanjutnya, pengobatan dapat dilakukan dua kali seminggu sampai penyakitnya sembuh.

Disentri

Cuci 10 batang akar bayam merah sampai, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok teh sambil diaduk rata, lalu saring. Untuk pengobatan, minum air saringannya sekaligus.

Memperkuat akar rambut

Cuci satu ikat daun dan batang bayam segar sampai bersih. lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok teh sambil diaduk rata. selanjutnya peras dan saring, lalu minum sekaligus. lakukan 2-3 kali seminggu.

Catatan

Penderita asam urat darah yang sukup tinggi dan rematik Gout dilarang mengkonsumsi bayam terlalu banyak karena sayur ini mengandung purin yang cukup tinggi. Di dalam tubuh, purin akan memetabolisir mejadi asam urat.

Untuk pengobatan, bayam merah dianggap lebih berkhasiat daripada bayam hijau.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Ind/Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi

Baru Cina (Artemisia vulgaris L.)


Suku : Asteraceae (Compositae)

Sinonim : A. chinensis, A. igniaria, A. indica, A. integrifolia, A. moxa, A. lavandulaefolia, Crossostephium artemesioides.

Nama daerah : baru cina, sudamala (Sumatera); beunghar kucicing, jukut lokot mala (Sunda), suket gajahan (Jawa), daun manis, cam cao (Jakarta), kolo, goro-goro (Ternate).

Nama asing : Hia, ai ye (Cina), ngai curu, nha ngai (Thai), mugwort, felon herb, moxa, wormwood, St.John’a plant (I).

Nama simplisia : Artemisiae Vulgaris Folium (daun baru cina).

Uraian Tumbuhan
Tumbuhan ini berasal dari Cina. Berambut halus dan berbau tajam, menyenangi tanah yang cukup lembab dan kaya humus. Jenis baru cina yang ditanam di pekarangan sebagai tumbuhan obat adalah Artemisia argyi Levl. et.Vant.

Semak, menahun, setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut, tumbuh tegak, tinggi mencapai 1 m. Daun tunggal, berbentuk bulat telur dengan tepi berbagi menjari, ujung meruncing, kedua permukaan berambut halus, warna permukaan atas hijau, bawahnya hijau keputihan, duduk berseling, panjang 8-12 cm, lebar 6-8 cm. Bunga majemuk dalam bonggol, kecil-kecil, warnanya kuning muda, tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh merunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Buah kotak, bentuk jarum, kecil, cokelat. Biji kecil, cokelat.

Baru cina merupakan salah satu tumbuhan obat yang berkhasiat untuk pengobatan penyakit pada perempuan. Sering dimasak dengan daging berlemak sebagai sayuran. Perbanyakan dengan stek atau biji.

Sifat dan Khasiat

Daun rasanya pahit, pedas, hangat, berbau aromatik, masuk meridian ginjal, paru dan limpa. Berkhasiat menghangatkan meridian, menghilangkan rasa dingin, penghilang nyeri (analgesik), penghenti perdarahan (hemostatis), peluruh kencing (diuretik), peluruh kentut, peluruh keringat, meningkatkan nafsu makan (stomakik), astringen, tonik, stimulan, melancarkan peredaran darah dan menghilangkan pembekuan, mencegah keguguran, dan menormalkan haid.

Kandungan Kimia

Daun barucina mengandung minyak siri (phellandrene, cadinene, alpha-thujone), alpha-amirin, fernenol, dihydromatricaria ester, cineole, 1-alpha-terpineol, beta-kariophilene, 1-quebrachitol, dan tanin. Akar dan batangnya mengandung inulin (yang mengandung artemose). Sedangkan cabang kecil mengandung oxytocin, yomogi alkohol, dan ridentin.

Bagian yang digunakan

Daun, biji, dan akar. Pemakaian segar atau yang telah dikeringkan.

Indikasi

Daun berkhasiat mengatasi:
- gangguan haid: darah haid terlalu banyak (hipermenore), nyeri haid (dismenore), datang haid tidak teratur, tidak datang haid (amenore)
- kehamilan: timbul perdarahan sewaktu hamil, gerak janin terlalu aktif,
- mempermudah persalinan, sukar punya anak
- keramperut setelah melahirkan, epilepsi
- keputihan (leukorea)
- disentri, perut kembung, nyeri ulu hati
- perdarahan, misalnya: muntah darah (hematemesis), batuk darah hemoptysis), mimisan (epistaksis), wasir berdarah, perdarahan sehabis melahirkan, luka berdarah
- batuk berdahak, sakit tenggorok
- terlalu banyak menggunakan opiat
- beri-beri
- wasir.

Biji berkhasiat mengatasi:

- lemah syahwat

Akar berkhasiat mengatasi:

- ayan (epilepsi)

Herba yang berbunga berkhasiat mengatasi:

- mulas dan menambah nafsu makan.

Cara Pemakaian

Daun segar 10-30 g (yang kering 5-10 g) direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, air rebusan diminum sekaligus atau dibagi 2-3 bagian yang habis dalam satu hari.
Daun segar dicuci lalu ditambahkan cuka sampai basah, kemudian digongseng (goreng tanpa minyak) sampai hitam. Kemudian bahan tersebut ditumbuk menjadi serbuk hitam. Pemakaian, setiap kali serbuk ini diambil sebanyak 3-6 g, lalu direbus atau diseduh, dan diminum. Pemakaian luar digunakan sebagai moksa (daun dikeringkan, lalu digulung menyerupai cerutu).
Penggunaannya, moksa dibakar sampai ujungnya menyala seperti cerutu, lalu digunakan untuk memanasi titik akupunktur tertentu seperti pada nyeri lambung, tidak nafsu makan, pendengaran kurang, kelumpuhan otot, sesak napas, pembengkakan kronis hati dan limpa, penyakit tulang belakang, skrofula, pleuritis, rematik, ekzema, dan gatal-gatal (pruritus). Daun segar yang digiling halus juga digunakan untuk pemakaian luar, misalnya pada luka berdarah, bisul, borok dan penolak serangga. Sejumlah daun baru cina yang direbus juga bisa digunakan untuk mandi atau mengompres leher yang kaku (tortikolis).

Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian


Injeksi ekstrak daun baru cina pada percobaan binatang meningkatkan efek sedatif (penenang).
Ekstrak air daun baru cina pada percobaan tabung memperlihatkan adanya rangsangan pada otot uterus (kandungan).

Contoh pemakaian

Kutil (veruka).
Daun segar baru cina secukupnya dicuci bersih lalu digiling halus. Daun yang sudah lumat lalu ditempelkan pada kutil. Lakukan 3-4 kali sehari, selama + 30 hari.
Memulihkan tenaga setelah melahirkan.
Sebanyak 4 pohon baru cina setelah dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 6 gelas air bersih sampai tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1 gelas. Diminum sebelum makan.

Lemah syahwat.

Biji baru cina sebanyak 15-45 g digiling halus. Tambahkan air hangat secukupnya, lalu diminum sekaligus.

Ayan.

Akar baru cina 1 genggam, jahe dan gula enau masing-masing sebesar ibu jari, dicuci lalu dipotong-potong secukupnya. Masukkan 4 gelas air bersih lalu direbus sampai airnya tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, hasilnya diminum sehari 2 kali, masing-masing 1 gelas.
Serbuk baru cina sebanyak 1 sendok the diseduh dengan air panas. Minum setelah dingin, lakukan 3 kali sehari.

Sakit tenggorok, batuk berdahak.

Herba baru cina segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Peras dan saring, sampai air perasannya terkumpul ½ cangkir. Minum sekaligus, sehari 2 kali, lakukan setiap hari sampai sembuh.

Disentri.

Herba segar baru cina sebanyak 20 g dan jahe segar seukuran ibu jari dicuci lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. Minum pagi, siang, dan malam hari, masing-masing 1/3 gelas.

Bercak perdarahan sewaktu kehamilan (mencegah keguguran).

Serbuk baru cina sebanyak 6 g, biji Cuscuta chinensis (tu si zi) 15 g, benalu (Loranthus parasiticus) 15 g, dan akar Angelica sinensis (tang-kuei) 10 g, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum 2 kali sehari, masing-masing ½ gelas.

Darah haid terlalu banyak, nyeri lambung.

Serbuk baru cina sebanyak 6 g, umbi teki (Cyperus rotundus) dan akar Paeonia lactiflora (chi shao) masing-masing 12 g, akar Angelica sinensis (tang-kuei), dan rimpang Corydalis yanhusuo (yuan hu) masing-masing 10 g, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

Nyeri ulu hati, gangguan pencernaan, gangguan haid.

Daun baru cina segar 15 g diseduh dengan 3 gelas air mendidih. Minum seperti teh.

Nyeri haid.

Daun baru cina 20 g dicuci lalu direbus dengan 2 gelas air bersih selama 20 menit. Setelah dingin disaring lalu dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.

Bisul.

Daun segar secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus. Turapkan pada bisul.

Wasir.

Daun segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Panaskan sebentar di atas api kecil. Hangat-hangat digunakan untuk menurap wasir.
Mencegah penyakit kewanitaan.
Pucuk batang baru cina berikut bunganya sebanyak 30 g diseduh dengan air mendidih. Minum sebagai teh. Bila ingin diminum dingin, tambahkan sedikit gula dan susu.

Terlalu banyak memakai opiat.

Minum jus herba baru cina sebanyak ¾ cangkir.

Rematik.

Daun baru cina segar secukupnya digiling halus, lalu ditim. Hangat-hangat digunakan untuk menurap bagian yang sakit.

Efek Samping

Sekitar 30% pasien yang menggunakan rebusan herba ini mengeluh mulut kering, rasa tidak enak di lambung, mual, muntah, mencret, dan pusing. Keluhan ini tidak timbul bila menggunakan minyak daunnya.

Catatan

Daun Artemisia argyi Levl. et Vant. (Artemisiae argyi Folium, argy wormwood leaf) berkhasiat mengobati kanker lambung, payudara, kelenjar gondok, limfosarkoma, dan hiperplasia kelenjar payudara. Juga digunakan untuk pengobatan hepatitis, prostatitis, bronchitis, darah haid banyak, nyeri haid, dan haid tidak teratur. Herba ini menghambat pertumbuhan sel HeLa, beberapa bakteri patogen dan jamur (dermatomyces) secara in vitro.

Herba baru cina kering yang digulung menyerupai cerutu disebut moksa. Moksibusi adalah moksa yang ujungnya dibakar dan digunakan untuk memanasi titik-titik akupunktur tertentu.

Cara membuat teh daun baru cina: daun baru cina yang sudah diiris tipis lalu diambil sebanyak 1 sendok teh. Seduh bahan tersebut dengan 1 cangkir air panas, biarkan sampai dingin, tambahkan madu untuk menambah rasa. Sehari minum 3-4 kali, masing-masing 2 sendok teh. Khasiatnya sebagai tonik, stimulan, diaforetik, dan emenagog.

Herba ini sudah dibuat tablet, suntikan, minyak, dan aerosol.

Sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 1, Dr Setiawan Dalimartha, Trubus Agriwidya, Jakarta, 1999.